WW2 US Home Front untuk Anak-Anak

Front Depan AS

Meskipun pertempuran dalam Perang Dunia II terjadi di seberang Samudra Atlantik dan Pasifik, perang tersebut mengubah kehidupan semua orang di Amerika. Upaya perang di Amerika Serikat sering disebut front home.

Saya Ingin Anda Rekrutmen
Saya ingin Anda untuk Angkatan Darat A.S.
oleh James Montgomery Flagg
Pendistribusian

Karena perang, banyak produk yang kekurangan pasokan. Logam harus digunakan untuk membuat tank dan kapal perang. Obat dibutuhkan untuk medan perang. Selain itu, beberapa produk sulit didapat karena berasal dari negara-negara yang sedang berperang. Karet untuk ban sangat sulit didapat karena sebagian besar diimpor dari Asia Tenggara.

Pada akhir perang, banyak produk dijatah. Setiap keluarga akan mendapatkan stempel jatah yang memungkinkan mereka untuk membeli sejumlah jenis produk. Produk yang dijatah termasuk ban, mobil, gula, bensin, daging, mentega, dan batu bara.

Wanita pergi bekerja



Ketika Perang Dunia II dimulai pada tahun 1939, ada sekitar 190.000 orang di Angkatan Darat AS. Pada saat perang berakhir pada tahun 1945, ada lebih dari 10 juta orang. Selain itu, pabrik-pabrik di AS memiliki kapasitas penuh untuk membuat senjata, tank, kapal, dan kendaraan untuk perang. Ada kekurangan pekerja.

Garis penjatahan WW2
Penjatahan gula
Sumber: Arsip Nasional
Untuk mengisi kekosongan dan membantu membangun perbekalan untuk perang, banyak wanita pergi bekerja. Mereka melakukan pekerjaan fisik yang berat yang sebelumnya kebanyakan dilakukan oleh laki-laki. Wanita yang bekerja di pabrik dijuluki Rosie the Riveter. Mereka memainkan peran utama dalam menjaga pabrik tetap berjalan dengan lancar dan memproduksi pesawat, tank, dan senjata lain yang sangat dibutuhkan untuk perang.

Penjatahan Perang Dunia II
Seorang anak laki-laki menyerahkan kartu jatahnya
Sumber: Arsip Nasional
Orang Jepang Amerika

Pada masa perang terdapat banyak warga Amerika Serikat keturunan Jepang. Setelah Pearl Harbor, banyak orang tidak mempercayai mereka dan khawatir mereka akan membantu Jepang untuk menginvasi Amerika. Pada tahun 1942 Presiden Roosevelt menandatangani undang-undang yang memerintahkan orang Jepang-Amerika untuk pergi ke sana kamp interniran . Kamp-kamp ini hampir seperti penjara. Mereka dijaga oleh tentara dan dikelilingi kawat berduri.

Sekitar 120.000 orang Jepang-Amerika dipaksa masuk ke kamp interniran. Mereka harus meninggalkan rumah, toko, dan pekerjaan mereka. Banyak yang kehilangan rumah dan sebagian besar harta benda mereka. Pada tahun 1988 Presiden Ronald Reagan menandatangani tagihan yang memberikan reparasi sebesar $ 20.000 kepada para korban. Pada tahun 1989 Presiden George H.W. Bush memberikan permintaan maaf resmi.

Hiburan dan Propaganda

Pemerintah AS tahu bahwa orang Amerika harus tetap bersatu dalam upaya perang untuk memenangkan perang. Mereka membuat semua jenis poster yang menunjukkan patriotisme dan cara-cara agar orang-orang dapat membantu upaya perang dari rumah. Ada juga banyak film masa perang yang menunjukkan betapa beraninya para prajurit dan betapa jahatnya Hitler dan musuhnya. Semua naskah film harus disetujui oleh pemerintah.

Banyak selebritis bertempur dalam perang. Pemain bisbol seperti Joe DiMaggio dan Ted Williams mendaftar dan bertarung. Juga bintang film seperti Jimmy Stewart dan Clark Gable bergabung dengan tentara. Pada satu titik komisaris Major League Baseball menulis surat kepada Presiden Roosevelt menanyakan apakah bisbol profesional harus dilanjutkan selama perang. Roosevelt menjawab bahwa mereka harus tetap bermain baseball karena itu baik untuk moral negara.

Fakta Menarik
  • Pabrik-pabrik di Amerika Serikat membangun lebih dari 80.000 tank, 300.000 pesawat militer, 2 juta truk, dan jutaan senapan dan senapan mesin.
  • Negara-negara Sekutu menghasilkan senjata, kendaraan, dan pesawat militer yang jauh lebih banyak daripada negara-negara Poros.
  • Amerika Serikat memasok Sekutunya sebanyak setengah dari senjata dan senjata militer mereka. Ini merupakan keuntungan bagi ekonomi AS dan membantu mengakhiri Depresi Besar .