Lembah Para Raja

Lembah Para Raja berfungsi sebagai tempat pemakaman para firaun di Mesir kuno, menampung lebih dari 60 makam mulai dari lubang kecil hingga ruang bawah tanah rumit yang dihiasi dengan karya seni yang menggambarkan kehidupan para penguasa. Meskipun sebagian besar makam dijarah, penemuan makam Tutankhamun yang sebagian besar masih utuh pada tahun 1922 mengungkap kekayaan artefak, termasuk mumi, topeng emas, dan peti mati bagian dalam dari emas murni, yang memberikan pencerahan tentang kehidupan para firaun. Pemakaman penting lainnya termasuk Rameses IX, Hatshepsut, dan Amenhotep I.


Wisatawan dapat mengunjungi banyak makam, termasuk makam Tutankhamun, di Lembah Para Raja, sebuah situs yang kaya akan sejarah dan makna budaya. Grafiti dari berbagai budaya, kota terdekat Deir El Medina tempat para pekerja makam tinggal, dan kemungkinan bahwa firaun dari Kitab Keluaran dikuburkan di sini menambah intrik seputar pekuburan kuno ini, sebuah bukti keagungan dan teka-teki masa lalu Mesir. .

Lembah Para Raja

Sejarah >> Mesir Kuno

Lembah Para Raja merupakan tempat pekuburan besar para Firaun. Setelah sekitar tahun 1500 SM. para Firaun tidak lagi membangun piramida besar untuk dikuburkan. Sebaliknya, sebagian besar dari mereka dimakamkan di kuburan di Lembah Para Raja.
Makam di Lembah Para Raja.
Foto oleh Haloorange

Berapa Banyak Makam yang Ada di Lembah Para Raja?

Ada lebih dari 60 makam di Lembah Para Raja. Kuburannya bervariasi, mulai dari makam kecil yang hanya berupa lubang besar di tanah hingga makam sangat besar dengan lebih dari 100 ruang bawah tanah.

Sayangnya, sebagian besar makam tersebut dijarah ribuan tahun yang lalu dan harta karunnya dicuri atau diambil oleh pencuri. Namun terdapat karya seni di dinding yang memungkinkan para arkeolog belajar banyak tentang kehidupan para Firaun dan pemimpin lain yang dimakamkan di sini. Satu-satunya makam yang ditemukan dengan sebagian besar harta karun dan makamnya masih utuh adalah makam Tutankhamun.

Makam Tutankhamun

Makam paling terkenal di Lembah Para Raja adalah makam Firaun Tutankhamun, terkadang disebut Raja Tut. Ditemukan pada tahun 1922 oleh Howard Carter dan sebagian besar tidak tersentuh oleh pencuri dan pengacau. Carter menemukan makam itu di bawah sisa-sisa gubuk beberapa pekerja. Mungkin inilah sebabnya makam itu tidak ditemukan oleh perampok makam. Makam itu penuh dengan artefak menakjubkan termasuk mumi Raja Tut, topeng emas, dan peti mati bagian dalam dari emas murni. Makam tersebut berisi beberapa ruangan antara lain ruang pemakaman, ruang depan, ruang harta karun, dan paviliun.


Makam Tutdari New York Times
Kutukan Raja Tut

Ada misteri lama mengenai kutukan makam Raja Tut. Rumor mengatakan bahwa tablet di dalam makam memiliki kutukan dan Howard Carter menyembunyikan tablet tersebut agar pekerjanya tidak mengetahuinya. Namun, rumor tentang kutukan kemungkinan besar hanya dibuat-buat. Tidak banyak kematian atau hal buruk yang menimpa mereka yang membuka makam atau mumi Tutankhamen.

Siapa lagi yang dimakamkan di sini?

Firaun pertama yang dimakamkan di Lembah Para Raja adalah Tuthmosis I. Selama 500 tahun berikutnya, lebih banyak lagi Firaun yang dimakamkan di sini termasuk banyak dari Rameses (I, II, III, IV, V, VI, VII, IX, X ), Hatshepsut, Amenhotep I, dan Tutankhamun.

Fakta Menarik tentang Lembah Para Raja
  • Saat ini wisatawan dapat mengunjungi banyak makam termasuk makam Tutankhamun.
  • Ada grafiti di makam dari budaya dan zaman lain termasuk Yunani, Latin, dan Fenisia.
  • Meskipun kita tidak tahu siapa Firaun pada masa Eksodus di dalam Alkitab, karena jangka waktunya, kemungkinan besar dia dimakamkan di Lembah Para Raja.
  • Pekerja makam tinggal di kota terdekat bernama Deir El Medina.
  • Tutankhamun dimakamkan dengan seikat rambut neneknya.