Simbol

Simbol

Sejarah >> revolusi Perancis

Ada banyak simbol yang mewakili Revolusi Prancis. Beberapa simbol dipakai oleh orang-orang untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap revolusi (simpul pita tiga warna dan topi Frigia). Beberapa dimaksudkan untuk membawa persatuan di bawah pemerintahan baru (bendera Prancis dan Marseillaise). Yang lain lagi dimaksudkan untuk menimbulkan ketakutan di hati musuh revolusi (guillotine).
Cockade Tiga Warna

Cockade Tiga Warna

Simpul tiga warna adalah lambang melingkar merah, putih, dan biru yang dikenakan orang-orang di topi atau mantel mereka untuk menunjukkan bahwa mereka mendukung revolusi. Makna ini pertama kali dirasakan oleh kaum revolusioner ketika simpul pita merah dan biru (warna Paris) diberikan kepada raja setelah Penyerbuan Bastille. Kemudian, Lafayette menambahkan warna putih pada simpul pita untuk mewakili raja dan seluruh bangsa Perancis .

Akhirnya, simpul pita tiga warna menjadi simbol pemerintahan revolusioner. Mereka yang memakai simpul pita dianggap sebagai anggota revolusi yang berkomitmen. Mereka yang tidak sering dicurigai melakukan pengkhianatan dan mungkin dijebloskan ke penjara atau bahkan dieksekusi.

Menggambar revolusioner Prancis
Revolusioner Mengenakan Topi Frigia
Sumber: Kostum dari semua negara Topi Frigia

Topi Frigia, juga dikenal sebagai topi kebebasan, adalah barang lain yang dikenakan oleh kaum revolusioner. Topi itu tanpa pinggiran, topi flanel yang biasanya berwarna merah. Pada pertengahan Revolusi Prancis, anggota majelis diharuskan memakai topi itu. Arti dari topi itu berasal Roma kuno di mana budak diberi topi Frigia ketika mereka dibebaskan.

Bendera Prancis

Revolusi mengadopsi bendera baru yang disebut Tricolore. Itu memiliki warna merah, putih, dan biru yang sama dari simpul pita tiga warna. Tricolore adalah Bendera Prancis resmi saat ini.

Marseillaise

'La Marseillaise' diadopsi sebagai lagu kebangsaan resmi Prancis pada 1795 selama Revolusi Prancis. Liriknya ditulis pada tahun 1792 oleh Claude Joseph Rouget de Lisle. Dia menulis lagu untuk memperingati Perancis yang menyatakan perang terhadap Austria. Nama asli lagu itu adalah 'Lagu Perang untuk Tentara Rhine', tetapi lagu itu segera dikenal sebagai 'La Marseillaise' karena sering dinyanyikan oleh pasukan dari kota Marseille.

Lukisan eksekusi dengan guillotine
Guillotineoleh Unknown Guillotine

Simbol paling menakutkan dari Revolusi Prancis adalah guillotine. Perangkat ini digunakan untuk mengeksekusi musuh dengan cepat dan efisien. Sebuah guillotine dibuat dari rangka kayu besar yang memungkinkan bilah logam berat untuk diangkat dan kemudian dijatuhkan dengan paksa untuk memenggal kepala korban. Ribuan bangsawan dan tersangka musuh dieksekusi selama revolusi menggunakan guillotine yang menghasilkan sejumlah julukan termasuk 'The National Razor', 'The Widow', 'The Machine', dan 'The Woods of Justice'.

lewat

Simbol lain yang digunakan oleh revolusi adalah fasces. Fasces adalah seikat batang kayu yang diikatkan pada kapak. Ide fasces berasal dari Roma Kuno dan mewakili persatuan dan kekuatan pemerintah revolusioner.

Fakta Menarik tentang Simbol Revolusi Prancis
  • Prancis masih menggunakan guillotine untuk eksekusi hingga 1977.
  • La Marseillaise kehilangan statusnya sebagai lagu kebangsaan selama itu Napoleon memerintah. Baru pada tahun 1879 lagu itu dipulihkan sebagai lagu kebangsaan permanen Prancis.
  • Pada 1793, sebuah undang-undang disahkan yang mewajibkan semua wanita untuk memakai simpul pita tiga warna atau dikirim ke penjara. Undang-undang tersebut kemudian dicabut, bukan karena tidak adil, tetapi karena para pemimpin memutuskan bahwa perempuan tidak memiliki tempat dalam politik.
  • Menyaksikan orang dieksekusi dengan guillotine adalah bentuk hiburan yang populer selama revolusi. Orang-orang akan sampai di sana lebih awal untuk mendapatkan tempat yang bagus dan akan membeli program yang mencantumkan mereka yang akan dieksekusi. Orang tua bahkan akan membawa anak-anak mereka untuk menonton.