Hukum Ohm

Hukum Ohm

Salah satu hukum terpenting dan mendasar dari rangkaian listrik adalah hukum Ohm yang menyatakan bahwa arus yang melewati sebuah konduktor sebanding dengan tegangan yang melewati hambatan.

Persamaan

Hukum Ohm mungkin terdengar agak membingungkan jika ditulis dengan kata-kata, tetapi dapat dijelaskan dengan rumus sederhana:


di mana I = arus dalam ampli, V = tegangan dalam volt, dan R = resistansi dalam ohm

Rumus yang sama ini juga dapat ditulis untuk menghitung tegangan atau resistansi:


Segi tiga

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam mengingat persamaan berbeda untuk hukum Ohm dan menyelesaikan setiap variabel (V, I, R), Anda dapat menggunakan segitiga di bawah ini.



Seperti yang Anda lihat dari segitiga dan persamaan di atas, tegangan sama dengan I kali R, arus (I) sama dengan V di atas R, dan resistansi sama dengan V di atas I.

Diagram Sirkuit

Berikut adalah diagram yang menunjukkan I, V, dan R dalam suatu rangkaian. Salah satu dari ini dapat dihitung menggunakan hukum Ohm jika Anda mengetahui nilai dari dua lainnya.


Bagaimana Hukum Ohm Bekerja

Hukum Ohm menjelaskan cara arus mengalir melalui resistansi ketika potensial listrik (tegangan) yang berbeda diterapkan di setiap ujung resistansi. Salah satu cara untuk membayangkannya adalah seperti air yang mengalir melalui pipa. Tegangan adalah tekanan air, arus adalah jumlah air yang mengalir melalui pipa, dan tahanan adalah ukuran pipa. Lebih banyak air akan mengalir melalui pipa (arus) semakin banyak tekanan diterapkan (voltase) dan semakin besar pipa (turunkan resistansi).

Contoh Masalah

1. Jika resistansi rangkaian listrik dinaikkan, apa yang akan terjadi pada arus dengan asumsi tegangan tetap sama?

Jawaban: Arus akan berkurang.

2. Jika tegangan pada suatu resistansi digandakan, apa yang akan terjadi pada arus?

Jawaban: Arus akan berlipat ganda juga.

Penjelasan: Jika Anda melihat persamaan V = IR, jika R tetap sama maka jika Anda mengalikan V * 2 (menggandakan tegangan), Anda juga harus menggandakan arus agar persamaan tetap benar.

3. Berapakah tegangan V pada rangkaian yang ditunjukkan?



Jawab: V = I * R = 2 x 13 = 26 volt

Fakta Menarik tentang Hukum Ohm
  • Ini umumnya hanya diterapkan pada rangkaian arus searah (DC), bukan rangkaian arus bolak-balik (AC). Dalam rangkaian AC, karena arusnya terus berubah, faktor lain seperti kapasitansi dan induktansi harus diperhitungkan.
  • Konsep di balik hukum Ohm pertama kali dijelaskan oleh Fisikawan Jerman Georg Ohm yang juga dinamai hukum tersebut.
  • Alat untuk mengukur volt dalam suatu rangkaian listrik disebut voltmeter. Ohmmeter digunakan untuk mengukur resistansi. Multimeter dapat mengukur beberapa fungsi termasuk tegangan, arus, hambatan, dan suhu.