pakaian Pria
pakaian Pria
Pria pada masa kolonial berpakaian berbeda dari yang kita lakukan sekarang. Pakaian yang mereka kenakan sehari-hari akan dianggap panas, berat, dan tidak nyaman bagi kita saat ini.
Item Pakaian Khas Pria Inilah yang biasa dikenakan pria selama masa kolonial. Bahan dan kualitas barang yang dikenakan akan tergantung pada seberapa kaya pria itu.
Seorang Pria Kolonialoleh Ducksters
- Kemeja - Kemeja biasanya merupakan satu-satunya pakaian dalam (pakaian dalam) yang akan dikenakan pria. Biasanya terbuat dari linen putih dan cukup panjang, terkadang menutupi sampai ke lutut.
- Rompi - Di atas kemeja, pria itu mengenakan rompi. Rompi itu adalah rompi ketat. Itu bisa dibuat dari katun, sutra, linen, atau wol. Rompi bisa polos atau dihiasi barang-barang seperti renda, sulaman, dan jumbai.
- Mantel - Mantel dikenakan di atas rompi. Mantel itu adalah barang berlengan panjang yang lebih berat. Ada mantel panjang yang berbeda. Beberapa lebih pendek dan pas sementara yang lain lebih panjang sampai melewati lutut.
- Dasi - Dasi adalah salah satu bentuk dasi paling populer. Kebanyakan pria memakai dasi. Dasi adalah strip panjang dari linen putih yang dililitkan di leher beberapa kali dan kemudian diikat di depan.
- Breeches - Breeches adalah celana yang berhenti tepat di bawah lutut.
- Stoking - Stoking menutupi sisa tungkai dan kaki di bawah celana. Mereka biasanya berwarna putih dan terbuat dari katun atau linen.
- Sepatu - Kebanyakan pria mengenakan sepatu kulit bertumit rendah dengan gesper. Warna paling populer adalah hitam.
Item Lainnya Beberapa jenis pakaian sebagian besar dikenakan oleh orang kaya atau orang dengan profesi tertentu. Berikut ini beberapa contohnya:
- Jubah - Jubah dikenakan di atas mantel selama cuaca dingin. Biasanya terbuat dari wol tebal.
- Beringin - Beringin adalah jubah yang dikenakan di atas kemeja oleh pria kaya saat di rumah. Itu lebih nyaman daripada mantel.
- Celana - Celana panjang adalah celana panjang yang mencapai mata kaki. Mereka umumnya dipakai oleh para pekerja dan pelaut.
![]()
Wig bubuk
Wig dan Topi Pria kolonial sering memakai wig dan topi. Rambut palsu menjadi sangat populer selama tahun 1700-an. Pria kaya terkadang memakai wig raksasa dengan rambut panjang dan ikal. Mereka akan memberi bedak pada wig untuk memberi warna putih. Banyak pria juga memakai topi. Jenis topi yang paling populer adalah topi tricorne yang dilipat tiga sisinya agar lebih mudah dibawa.
Fakta Menarik tentang Pakaian Pria di Zaman Kolonial - Pria kaya terkadang membalut pakaian mereka dengan kain lap atau bulu kuda untuk membuat bahu dan paha terlihat lebih besar.
- Begitu seorang anak laki-laki berusia 5 atau 6 tahun, dia akan mulai berpakaian seperti orang dewasa, mengenakan jenis pakaian yang sama dengan yang dikenakan pria.
- Rambut palsu dibuat dari berbagai jenis rambut termasuk rambut kuda, rambut manusia, dan bulu kambing.
- Pelayan sering memakai warna biru.
- Istilah 'orang penting' berasal dari orang kaya dan berkuasa yang akan memakai wig raksasa.
- Laki-laki puritan mengenakan pakaian sederhana dengan warna gelap, biasanya hitam, dan tidak memakai wig.