Revolusi Prancis untuk Anak-Anak

Gambaran

Sejarah

Garis Waktu dan Acara
Garis waktu Revolusi Prancis
Penyebab Revolusi Prancis
Estates General
Majelis Nasional
Menyerbu Bastille
Pawai Wanita di Versailles
Pemerintahan Teror
Direktori
Orang-orang
Orang Terkenal Revolusi Prancis
Marie Antoinette
Napoleon Bonaparte
Marquis de Lafayette
Maximilien Robespierre

Lain
Jacobins
Simbol Revolusi Prancis
Glosarium dan Istilah
Apa Revolusi Prancis itu?

Revolusi Prancis adalah periode waktu di Prancis ketika orang-orang menggulingkan monarki dan mengambil kendali pemerintahan.


Penyerbuan Bastille
Awal Revolusi Prancis
Penulis: Tidak Diketahui Kapan itu terjadi?

Revolusi Prancis berlangsung 10 tahun dari 1789 hingga 1799. Itu dimulai pada 14 Juli 1789 ketika kaum revolusioner menyerbu penjara yang disebut Bastille. Revolusi berakhir pada tahun 1799 ketika seorang jenderal bernama Napoleon menggulingkan pemerintahan revolusioner dan mendirikan Konsulat Perancis (dengan Napoleon sebagai pemimpin).

The French Estates

Sebelum Revolusi Prancis, orang-orang Prancis dibagi menjadi kelompok sosial yang disebut 'Perkebunan.' Estate Pertama termasuk pendeta (pemimpin gereja), Estate Kedua termasuk para bangsawan, dan Estate Ketiga termasuk rakyat jelata. Sebagian besar orang adalah anggota Third Estate. The Third Estate membayar sebagian besar pajak, sementara kaum bangsawan menjalani kehidupan mewah dan mendapatkan semua pekerjaan tingkat tinggi.

Pemerintahan Revolusioner

Pemerintah Prancis berada dalam kekacauan yang konstan selama revolusi. Pada awal revolusi, perwakilan dari Third Estate mendirikan Majelis Nasional di mana mereka menuntut Raja Louis XVI memberi mereka hak-hak tertentu. Kelompok ini segera menguasai negara. Mereka mengubah nama seiring waktu menjadi Majelis Legislatif dan, kemudian, menjadi Konvensi Nasional. Setelah Reign of Terror, pemerintahan baru dibentuk yang disebut Direktori. Direktori memerintah sampai Napoleon mengambil kendali.

Pemerintahan Teror

Masa tergelap Revolusi Prancis disebut Reign of Terror yang berlangsung dari tahun 1793 hingga 1794. Selama masa ini, seorang bernama Robespierre memimpin Konvensi Nasional dan Komite Keamanan Publik. Dia ingin membasmi setiap oposisi terhadap revolusi, jadi dia menyerukan aturan 'Teror.' Undang-undang disahkan yang mengatakan siapa pun yang dicurigai melakukan pengkhianatan dapat ditangkap dan dieksekusi dengan guillotine. Ribuan orang dieksekusi termasuk Ratu Marie Antoinette dan banyak saingan politik Robespierre.

Klub Politik

Banyak ide dan aliansi politik baru Revolusi Prancis dibentuk di klub-klub politik. Klub-klub ini termasuk Klub Jacobin yang kuat (dipimpin oleh Robespierre), Cordeliers, Klub Feuillants, dan Klub Pantheon.

Hasil

Revolusi Prancis benar-benar mengubah struktur sosial dan politik Prancis. Ini mengakhiri monarki Prancis, feodalisme, dan mengambil kekuasaan politik dari gereja Katolik. Ini membawa ide-ide baru ke Eropa termasuk kebebasan dan kebebasan bagi rakyat jelata serta penghapusan perbudakan dan hak-hak perempuan. Meskipun revolusi berakhir dengan kebangkitan Napoleon, gagasan dan reformasi tidak mati. Ide-ide baru ini terus mempengaruhi Eropa dan membantu membentuk banyak pemerintahan modern Eropa.