Gempa bumi

Gempa bumi

Gempa bumi terjadi ketika dua bagian besar kerak bumi tiba-tiba tergelincir. Hal ini menyebabkan gelombang kejut mengguncang permukaan bumi dalam bentuk gempa bumi.

Dimana gempa bumi terjadi?

Gempa bumi biasanya terjadi di tepi sebagian besar kerak bumi yang disebut lempeng tektonik. Pelat ini perlahan-lahan bergerak dalam jangka waktu yang lama. Terkadang tepinya, yang disebut garis patahan, bisa macet, tetapi pelatnya terus bergerak. Tekanan perlahan mulai menumpuk di tempat ujung-ujungnya macet dan, begitu tekanan menjadi cukup kuat, pelat akan tiba-tiba bergerak dan menyebabkan gempa bumi.

Gempa susulan dan gempa susulan

Umumnya sebelum dan sesudah gempa besar akan ada gempa yang lebih kecil. Yang terjadi sebelumnya disebut guncangan awal. Yang terjadi setelahnya disebut gempa susulan. Ilmuwan tidak benar-benar tahu apakah gempa bumi adalah gempa awal sampai gempa bumi yang lebih besar terjadi.

Gelombang seismik

Gelombang kejut dari gempa bumi yang menembus tanah disebut gelombang seismik. Mereka paling kuat di pusat gempa, tetapi mereka menjelajah sebagian besar bumi dan kembali ke permukaan. Mereka bergerak cepat dengan kecepatan 20 kali kecepatan suara.


Grafik gelombang seismik gempa bumi

Ilmuwan menggunakan gelombang seismik untuk mengukur seberapa besar gempa itu. Mereka menggunakan alat yang disebut seismograf untuk mengukur ukuran gelombang. Besar kecilnya gelombang disebut magnitudo.

Untuk mengetahui kekuatan gempa, para ilmuwan menggunakan skala yang disebut Skala Magnitudo Momen atau MMS (dulu disebut Skala Richter). Semakin besar angka pada skala MMS, semakin besar gempanya. Anda biasanya tidak akan menyadari gempa bumi kecuali gempa itu mengukur setidaknya 3 pada skala MMS. Berikut beberapa contoh yang mungkin terjadi bergantung pada skalanya:
  • 4.0 - Dapat mengguncang rumah Anda seolah-olah ada truk besar yang lewat. Beberapa orang mungkin tidak menyadarinya.
  • 6.0 - Barang akan jatuh dari rak. Dinding di beberapa rumah bisa retak dan jendela pecah. Hampir semua orang di dekat center akan merasakan yang ini.
  • 7.0 - Bangunan yang lebih lemah akan runtuh dan retakan akan terjadi di jembatan dan di jalan.
  • 8.0 - Banyak bangunan dan jembatan roboh. Retakan besar di bumi.
  • 9.0 dan lebih tinggi - Seluruh kota diratakan dan kerusakan skala besar.
Epicenters dan Hypocenters

Tempat terjadinya gempa bumi, di bawah permukaan bumi, disebut hiposentrum. Tempat tepat di atas permukaan ini disebut pusat gempa. Gempa akan menjadi yang terkuat di permukaan saat ini.



Bisakah ilmuwan memprediksi gempa bumi?

Sayangnya para ilmuwan tidak dapat memprediksi gempa bumi. Hal terbaik yang dapat mereka lakukan hari ini adalah menunjukkan di mana garis patahan berada sehingga kita tahu di mana gempa bumi kemungkinan besar akan terjadi.

Fakta Menarik tentang Gempa Bumi
  • Gempa bumi terbesar yang pernah tercatat di dunia terjadi di Chili pada tahun 1960. Gempa itu berkekuatan 9,6 Skala Richter. Yang terbesar di AS berkekuatan 9,2 di Alaska pada tahun 1964.
  • Mereka dapat menyebabkan gelombang besar di lautan yang disebut tsunami.
  • Pergerakan lempeng tektonik telah membentuk pegunungan besar seperti Himalaya dan Andes.
  • Gempa bumi bisa terjadi dalam segala jenis cuaca.
  • Alaska adalah negara bagian yang paling aktif secara seismik dan memiliki gempa bumi yang lebih besar daripada California.