Pekerja Anak

Revolusi Industri menyaksikan meluasnya pekerja anak, dimana anak-anak miskin berusia empat tahun bekerja berjam-jam di pabrik dan pertambangan dalam kondisi yang berbahaya. Anak-anak lebih disukai karena perawakannya yang kecil, sehingga memungkinkan mereka mengoperasikan mesin dan mengakses ruang terbatas. Pekerjaan mereka didorong oleh bisnis yang mencari tenaga kerja murah dan kebutuhan keluarga akan penghasilan tambahan. Meskipun terdapat risiko eksploitasi dan kesehatan, pekerja anak masih tetap lazim, dengan lebih dari 50% pekerja di beberapa pabrik di Inggris dan 750.000 anak di bawah usia 15 tahun dipekerjakan di Amerika Serikat pada tahun 1870.


Praktik pekerja anak, meskipun pada awalnya dianggap sebagai cara untuk bertahan hidup, pada akhirnya mendapat tentangan karena sifatnya yang eksploitatif dan berdampak buruk terhadap kesejahteraan anak. Upaya regulasi telah dilakukan, yang berpuncak pada Fair Labor Standards Act tahun 1938 di Amerika Serikat, yang membatasi pekerja anak, menetapkan upah minimum, dan menetapkan batasan jam kerja. Hal ini menandai langkah signifikan dalam melindungi hak-hak anak dan mengakui pentingnya pendidikan dan perkembangan yang layak.

Pekerja Anak

Sejarah >> Revolusi industri

Selama Revolusi Industri, anak-anak miskin sering kali bekerja penuh waktu untuk membantu menghidupi keluarga mereka. Anak-anak berusia empat tahun bekerja berjam-jam di pabrik dalam kondisi berbahaya. Praktik pekerja anak terus berlanjut sepanjang Revolusi Industri hingga akhirnya disahkan undang-undang yang menjadikan pekerja anak ilegal.

Anak laki-laki pemecah setelah bekerja di pertambangan
Sekelompok anak laki-laki Breakeroleh Lewis Hine Jenis pekerjaan apa yang dilakukan anak-anak?

Anak-anak melakukan segala macam pekerjaan termasuk bekerja pada mesin di pabrik, menjual koran di sudut jalan, memecah batu bara di tambang batu bara, dan menyapu cerobong asap. Kadang-kadang anak-anak lebih disukai daripada orang dewasa karena mereka kecil dan dapat dengan mudah masuk ke dalam mesin dan di ruang kecil.

Apakah mereka menghasilkan banyak uang?

Alasan lain perusahaan suka mempekerjakan pekerja anak adalah karena mereka bekerja dengan upah yang kecil. Dalam banyak kasus, anak-anak tidak dibayar sama sekali, namun bekerja untuk mendapatkan kamar dan makan. Ketika mereka mendapatkan upah, anak-anak sering kali memperoleh 10 hingga 20 persen dari penghasilan orang dewasa untuk pekerjaan yang sama.

Mengapa mereka mempekerjakan anak-anak?

Beberapa perusahaan mempekerjakan anak-anak karena mereka murah, bekerja keras, dan dapat melakukan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh orang dewasa. Dalam beberapa kasus, perusahaan memperlakukan anak-anak tidak lebih baik daripada budak. Mereka mengurung mereka dan memaksa mereka bekerja berjam-jam. Dalam kasus lain, perusahaan merasa mereka membantu anak-anak dengan memberi mereka makan dan mencegah mereka kelaparan.

Jam Kerja Panjang dan Pekerjaan Berbahaya

Revolusi Industri adalah masa dimana hanya sedikit peraturan pemerintah mengenai kondisi dan jam kerja. Anak-anak sering kali harus bekerja dalam kondisi yang sangat berbahaya. Mereka kehilangan anggota badan atau jari saat bekerja pada mesin bertenaga tinggi dengan sedikit pelatihan. Mereka bekerja di pertambangan yang ventilasinya buruk dan mengidap penyakit paru-paru. Kadang-kadang mereka bekerja di sekitar bahan kimia berbahaya sehingga mereka menjadi sakit karena asapnya.

Apakah banyak anak yang bekerja?

Pekerja anak adalah praktik umum di sebagian besar masa Revolusi Industri. Perkiraan menunjukkan bahwa lebih dari 50% pekerja di beberapa pabrik Inggris pada awal tahun 1800-an berusia di bawah 14 tahun. Di Amerika Serikat, terdapat lebih dari 750.000 anak di bawah usia 15 tahun yang bekerja pada tahun 1870.

Mengakhiri Pekerja Anak

Di Amerika Serikat, upaya nyata untuk mengatur dan mengakhiri pekerja anak dimulai pada awal tahun 1900an. Banyak pengusaha yang menentangnya karena mereka menyukai tenaga kerja murah. Beberapa keluarga juga membutuhkan uang yang dibawa pulang oleh anak-anak mereka. Namun, akhirnya undang-undang disahkan. Pada tahun 1938, Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan yang Adil disahkan yang membatasi pekerja anak, menetapkan upah minimum, dan membatasi berapa jam seorang karyawan harus bekerja.

Fakta Menarik tentang Pekerja Anak pada Masa Revolusi Industri
  • Anak-anak yang bekerja sering kali hanya menerima sedikit atau bahkan tidak menerima pendidikan sama sekali.
  • Inggris mengesahkan salah satu undang-undang pekerja anak pertama pada tahun 1833. Undang-undang tersebut melarang anak-anak di bawah usia 9 tahun untuk bekerja.
  • Kadang-kadang pekerja anak adalah anak yatim piatu yang tidak mempunyai pilihan selain bekerja untuk mendapatkan makanan.
  • Anak-anak di tambang batu bara sering bekerja dari jam 4 pagi sampai jam 5 sore. Beberapa pekerja anak bekerja sepanjang hari menarik gerobak batu bara ke dalam terowongan kecil yang tingginya hanya beberapa kaki.
  • Banyak gadis muda yang bekerja di pabrik korek api. Bahan kimia yang keras seringkali menyebabkan mereka kehilangan gigi.